November 11, 2011

Cinta yang Tersembunyi dan Cinta yang Hilang


Ini kupersembahkan untuk kau, seandainya dahulu aku ungkapkan apa yang kurasakan terhadapmu mungkin ini tak akan pernah terjadi. Namun, kuharapkan ini tak akan terjadi pada kita. Semoga kita selalu tepat waktu.
Alia
Kau tidak pernah melakukannya, tapi aku sangat inginkan kau. Seandainya kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu. Dulu ketika teman-temanku meniggalkanku, kau hadir tanpa kuminta. Sangat ingin ku katakan saat itu bahwa aku cintaimu. Tetapi aku adalah perempuan yang masih kecil untuk mencintaimu, kau memang menganggapku adikmu. Aku berbela sungkawa atas meninggalnya ibumu, kau terlihat begitu tegar, semakin aku mencintaimu. Hingga akhinnya kau pun pergi dan parahnya, kau yang begitu dekat denganku, aku menjadi orang terakhir yang mengetahui hal ini dan tidak langsung dari mulutmu. Apa kau tidak memperdulikan aku? Ataukah aku tidak bisa mengerti keadaanmu. Dan ketika kutanyakan itu kepadamu, kau tak pernah menjawabnya dengan serius dan itu telah cukup memberikan jawaban atas pertanyaanku. Sekarang kau jauh diseberang sana menjauh dari kehidupan masa lalu yang begitu indah.
Ketika ku ketahui kau telah menikah dengan seorang gadis kota kau berada aku sangat sakit seakan aku menderita sakit yang tidak pernah disembuhkan oleh siapapun. Bahkan, dokter di kota kau berada sekarang. Saat itu ingin sekali ku akhiri hidupku. Waktu yang telah kulewati seakan sia-sia. Aku tak pernah mengungkapkan apa  yang kurasa terhadapmu. Dan bahkan kini aku kehilangan dirimu yang kucintai. Pada akhirnya di tahun aku lulus sekolah SMA ku, orang tuaku mengirimku ke kota untuk kuliah. Hari-hari yang kujalani sangat berat. Pergaulan yang begitu bebas yang sangat tidak sesuai dengan kehidupannku dulu. Aku berkenalan dengan Firman, dia orangnya baik. Aku pun bisa melupakanmu. Atas keyakinanku kau bukan cinta sejatiku.
Firman mencintaiku dengan sepenuh hatinya. Aku pun membalasnya dengan sepenuh hatiku dan tak ragu aku berikan semua yang ku punya. Selama beberapa tahu kami hidup serumah tanpa sebuah ikatan resmi baik secara agama ataupun Negara. Kami hanya sepasang kekasih. Hingga akhirnya ku hamil, Firman belum siap untuk menikahiku. Ia ingin kau menggugurkan kandungan ini. Aku turuti, aku memaklumi karena kami masih kuliah. Karena perbuatan aborsi itu aku mengalami pendarahan hebat hingga aku tak bisa melanjutkan kuliahku. Aku pulang dan orang tuaku sungguh sangat menyayangkan dan murka kepadaku. Beberapa minggu kemudian aku kembali mengontak Firman. Namun, tidak ada balasan. Ia telah bersama wanita lain ia juga telah meninggalkan aku. Aku di campakkan.
Aku tak percaya lagi atas semua cinta yang kupunya. Aku kembali, mencintaimu. Namun, itu tak mungkin. Ketika kau kembali, seorang anak laki-laki tampan berada didekapanmu dan seorang wanita anggun berada disampingmu. Kau menanyakan kabarku dengan penuh perhatianmu yang dulu pernah kau berikan padaku, yang kau bilang “Aku akan jaga kau, dik” dan aku hanya tersenyum.
Wanita anggun itu menyalamiku dengan ramah, dia wanita yang baik. Namun, rasa dihatiku begitu menggebu untuk mencintaimu. Kau terlihat bahgia dengan kehidupanmu. Saat ini tak akan mungkin. Ketika ak berbincang berdua denganmu didruang tamu rumah orang tuaku, aku katakan tentang perasaanku kepadamu disaat yng sudah tak tepat ini. Dan kau tersenyum dan membalikan badan, menatap lembah yang luas di sebelah timur. kau tak pernah memjawabnya dan aku rasa itu cukup. Lagi-lagi aku merasa cukup dengan jawaban yang kau berikan kepadaku.
 Aku pergi saja aku tak kuat atas perasaan yang kumiliki bertahun-tahun terhadapmu. Tak ada satupun laki-laki yang bisa melengkapi haitku lagi. Setelah Firman mengkhianati ku dan  aku hanya mengharapkanmu yang begitu mulia dimataku. Aku pergi saja!

Rian
Kau menginginkan perhatian, kau adalah adik temanku. Setiap saat kau sendiri kau terlihat sangat kesepian dan aku menemanimu. Kau seperti adikku dulu. Namun, kau tahu dia telah meninggal dunia.  Saat masih belia aku telah jatuh cinta kepadamu. Namun, aku malu mengungkapkannya. Ibuku tak akan mengijinkan aku memiliki kekasih ketika aku masih menuntut ilmu. Ibuku bilang itu bisa menggangguku, dalam menggapai cita-citaku. Dan aku tak ingin ketika aku memiliki cintaku, ia tidak merasakan apa yang kuingin dapatkan. Aku konsentrasi pada semua yang ku inginkan. Pada akhirnya ketika aku benar-benar menginginkan dukungan dari orang terdekatku ibuku meninggal dunia karena sakit yang dideritanya beberapa tahun belakangan. Aku tak memungkinkan untuk bertahan ditempat ini, aku harus melanjutkan kehidupanku. Maafkan aku, tidak memberitahukanmu atas kepindahanku.
Aku berhasil di kota yang begitu jauh dari tempatku dulu. Kerinduan terhadapmu juga begitu besar. Aku mendapatkan semuanya. Aku berhasil menjadi dokter dan aku lulus spesialis kurang dari dua tahun. Aku menetap disana. Ayahku menjodohkan diriku dengan anak koleganya yaitu Anna, yang telah kau ketahui ia yang menjadi ibu dari anakku, Alif. Ia seorang istri yang sangat pengertian dan solehah. Ia berhasil membuatku mencintainya sepenuh hatiku.
Aku rindu kampung halamanku. Aku bawa istri dan anakku untuk mengunjungi. Aku ak pernah mendapat kabar tentang mu. Terakhir ku dengar kau kuliah di Universitas Negeri di kota. Dan setelah itu tak pernah kudengar lagi tentangmu.
Ketika aku kembali ke kampung halaman aku terkejut mendapat kabar dari bibirmu yang tipis tentang kegagalanmu melanjutkan kuliah dan pengkhianatan kekasihmu terhadapmu. Tak kusangka kau juga megutarakan cinta mu kepadaku. Namun, kau telah mengetahui bahwa aku telah memiliki seorang istri dan anak yang sangat kucintai. Aku jawab dengan senyuman dan aku balikkan badanku memandang lembah hijau ditimur. Itu penanda bahwa aku juga perrnah mencintaimu. Seandainya itu tak terlambat dan aku masih sendiri aku akan menerimamu sebagai istriku. Setelah saat ini tak akan mungkin bagi ku untuk memadu istriku. Aku berjanji atas nama keyakinanku.
 “Abang, aku cinta kau. Tolong aku, bang. Tolonglah aku!” katamu
Selalu terngiang dalam telinga ku. Ingin aku katakan bahwa dulu aku juga merasakan hal yang sama seandainya waktu bisa kuputar, aku akan  memilih kau. Yang telah aku kenal. Sekarang aku dengar kabar lagi bahwa kau telah pergi untuk selama-lamanya, meniggalkan dunia. Apa yang terjadi?
Kau mengejar cintamu dan menjaga cintamu terhadapku. Sangat ku sayangkan aku tak mungkin memadu istriku yang sangat mencintaiku dan ku cintai.

1 comment: