Showing posts with label Story. Show all posts
Showing posts with label Story. Show all posts

September 01, 2012

Little Letter

Seperti ceritamu dulu, kalau aku adalah nyamuk ya si pengganggu .
bukit yang indah dengan bunga-bunga dan mentari yang bersinar melalui celah sempit diantara dedaunan.
hutan menghijau diujung timur jendela kita. Kau tidaklah si pengahalang besar bagiku untuk melihat si Hutan yang terus hijau dengan rimbun pepohonannya.
seandainya aku bisa memilih antara sahabat atau wanita yang ku cinta manusiawi aku memilih keduanya. tapi tidak mungkin bisa aku memilih wanita itu namun kau juga mencintainya. tapi manusia tidak kehabisan akal. kadang aku berfikir untuk mengkhianatimu seandainya aku memilihnya dan aku biarkan kau tidak mengetahuinya dan atau sebaliknya kau biarkan aku mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan aku tahu kau akan terluka dan masa bodoh dengan keadaanmu.
Tapi apakah harus seperti itu akhir kisah kita, tragis dihadapan hutan yang semakin suram dan rimbun.
Aku bukanlah Sangkuriang yang ingin menikahi Dayang Sumbi, atau aku juga bukanlah Romeo yang dihalang-halangi memiliki Juliet dan aku juga bukan siapa-siapa. Hanyalah cucu Adam yang ingin menjaga kekerabatan dengan yang lainnya dengan sahabat sejati yang telah lama mengerti bagai sinar matahari yang disambut oleh kicau burung Kutilang milik Paman Nuh tiap pagi.
Ya, kita tidak ada titik pun yang membedakan, saling mengerti, saling menghargai.
Pada akhirnya aku mengakui apa yang kurasakan terhadap wanita yang sama-sama kita ingini.
Ada hal yang perlu diketehui oleh manusia bahwa ada kesamaan untuk memperbaiki diri akal dan hati akan bekerja sama. Pada akhirnya aku ikhlaskan semua yang telah ada dihadapanku.
Aku bukanlah Sangkuriang yang ingin menikahi Dayang Sumbi, atau aku juga bukanlah Romeo yang dihalang-halangi memiliki Juliet dan aku juga bukan siapa-siapa.

June 30, 2012

At the Platform One

http://us.images.detik.com/content/2010/02/01/157/sudirman3.jpg
"Hei, tunggu! Ada yang ingin aku sampaikan!"
"Apa?"
"Apa kau tidak bisa pamit dulu sebelum pergi?
sama seperti empat tahun lalu. Kau seenaknya pergi
tanpa ada pesan kepada siapapun. Bahkan kepada
temanmu yang terdekat saja tidak."
"Maaf."
"Mudah ya, bilang maaf dan tanpa dosa seperti itu?"
"Lalu harus apa yang aku katakan?"
"Oke. Mungkin cukup dengan maaf saja.
Apa kamu tahu kalau disini ada yang kesepian dan sakit ketika
kamu pergi. Dan sekarang menyesalkah kamu?"
(diam)
"Aku tak berniat menyakitimu sedikitpun. Yang ada aku kehilangan
dan aku kembali karena masalalu."
"Nah... Katakan sekarang! kau mencintaiku dan kau menyesal
atas semua yang telah terjadi."
"Tidak. Tak akan aku katakan sekarang kau dengan dia, sahabatku."
"Menyesal kau?"
"Maaf aku harus pergi."
"Hei tunggu!"
TO BE CONTINUED

June 16, 2012

Perjalanan Mas Bebep part 2


I'm sorry, are you Indonesian?” suara bening seorang perempuan tiba-tiba memecah lamunannya. Lalu Bebep mengalihkan pandangannya ke arah suara itu. Sesaat ia terdiam.
Ya, benar. Anda juga?” kata Bebep. Ternyata ada dua perempuan yang duduk diseberang kursinya dan keduanya berkerudung.
Ya, benar. Alhamdulillah.” jawab wanita yang sama, yang tadi bertanya kepadanya. “Kami mau ke perpustakaan yang ada di kota ini. Tapi saya tidak tahu dimana.” kata wanita itu
Oh ya, pemberhentian kedua turun saja. Gedungnya yang berwarna cokelat.” kata Bebep.
Terima kasih” kata wanita itu. Lalu tak lama tiba dipemberhentian kedua, kedua wanita itu turun. “Terima kasih, Mas. Mari”
Ya, sama-sama” Bebep tetap dikursinya dan meneruskan perjalanannya. Tiba-tiba ada yang hilang dari dalam relung jiwanya yang sejuk baru saja terjadi.
Ia terbangun dari mimpinya.
“Astaghfirullah, tadi kok bisa mimpi seperti itu?” kata Bebep
Semoga bukan mimpi yang tidak-tidak.” lanjutnya. Pikirannya mulai berjalan sudah hampir jam setengah lima pagi, subuh lima menit lagi. Kemudian ia bergegas dari tempat tidurnya, mandi lalu sholat subuh di masjid dekat rumahnya. Jalan-jalan sudah mulai ramai dengan orang-orang yang berangkat bekerja ataupun para penjual sayur mayur yang baru pulang dari pasar. Ibu-bu rumah tanga yang memiliki kegiatan mulia, bangun pagi-pagi sekali bersama suaminya berangkat kepasar lalu belanja banyak sayur mayur yang masih segar.
Mentari masih enggan

June 02, 2012

Friend is You

“Ciee, Ivan pacarnya Vrisca ya?”
“Apaan sih?! Kata Mama kalo masih kecil gak boleh pacaran.”
“Van, dicariin Vrisca tuh...”
“Apaan sih Kak. Dari tadi juga Vrisca ada disini.”
“Iya nih Kak Fadli aneh-aneh aja, siapa juga yang nyariin Ivan. Nanti aku bilangin ke Mamanya lho.”
“Ciee yang lagi pacaran.”
“Mamaaaa.... Kak Fadli nih gangguin Ivan sama Vrisca.”

Temanku yang bernama Vrisca tidak pernah lagi terlihat oleh mataku. Sudah hampir lima tahun sejak kepergian kami ke Malaysia membuat kami terpisah jauh sekali dan tanpa tahu apa yang terjadi satu sama lain. Mengingat dia dan kelakuan kami dahulu selalu membuatku terkikik sendiri. Dia adalah teman pertamaku di sekolah dasar dua belas tahun lalu. Selepas sekolah dasar kami berpisah jalan aku sekolah di sekolah menengah di Jakarta dan melanjutkan ke Malaysia hingga kini. Satu hal yang tidak pernah aku lupa tentang dia, dia selalu ada untuk temannya ini, ya aku.
Tiga tahun pertama berteman dengannya tidak pernah ada sedikitpun rasa malu hadir dibenakku karena berteman dengan seorang anak perempuan. Dia adalah teman pertamaku. Aku ingat saat pertama berkenalan, aku sendiri berangkat dihari pertama sekolahku karena sekolah tidaklah terlalu jauh bagiku hanya selemparan batu dan dia diantar oleh ibunya.

May 29, 2012

The Dreaming


Kembalikan aku pada cintaku yang pernah aku beri untukmu.
Kata-kata cinta yang mengalir begitu saja, yang mudah tercipta begitu saja.
Aku mabuk kepayang karena mu, mabuk cinta yang membuat diriku.
Kembalikan lagi padaku seindah mawar ditaman

imam's right
Senja ini tak mampu mengalahkan langkahnya yang mulai lemah menyusuri lembah-lembah hijau berbukit untuk mencapai gubuknya yang hampir roboh. Andai bukan karena tanggung jawab yang ia emban yang telah dibagikan oleh almarhum suaminya mungkin ia tak akan mau mengurus ketiga anaknya. Namun, nalurinya sebagai seorang ibu memanggilnya, bukan lagi karena wasiat bukan lagi karena kemanusiaan dan bukan lagi karena pandangan orang lain. Ia rela berjalan jauh menempuh lembah hijau berbukit ke ladang milik Wak Amru untuk bekerja jadi buruh disana karena ia sangat sayang kepada ketiga anaknya. 
Sejak

May 28, 2012

someONE


someONE; just so you KNOW
Adelle Laurie Blue Adkins
Aku sangat senang memiliki teman sepertimu. Kau teman terbaikku. Kita telah tumbuh bersama didesa yang asri ini. Sekarang kau dan aku telah beranjak dewasa memiliki tujuan, keinginan dan cinta. Tetapi, apakah kau tahu sesuatu? Just so you know, aku tak pernah menggandeng seseorang dilenganku. Hanya kau.
Aku sangat senang mengenalmu, tak pernah kusesali seandainya kau mengusikku. Rambut hitam panjangmu yang berkibar tertiup angin, aku sangat mengagumimu. Kecerdasanmu, kerendahan hatimu serta perhatianmu terhadap sekitarmu. Kini aku ingin kau tahu sesuatu. Rasa itu telah membuncah sejak, entah kapan kau tak bisa mengingatnya. Yang jelas, aku ingin kau mendapatkan rasa itu dariku.

May 22, 2012

Perjalanan Mas Bebep Part 1


ا
"Mas, terima kasih ya. untungnya bukunya dibawain. kalo nggak aku nggak tau deh referensi darimana" kata Dina
"Lain kali, jangan mendadak ya. kasih taunya. tadi mas sampai gak enak tuh sama teman mas. karena dia harus balik lagi ke kostnya buat ambil buku itu." Kata Bebep
"ya, maaf mas. hehehe" kata Dina sambil tertawa
Bebi Anggoro, berjalan menyusuri hidupnya dengan visi yang ia miliki. setiap saat yang ia miliki sangat berharga baginya. ia tidak pernah membuang waktunya untuk hal-hal yang sia-sia. tidak hanya kuliah yang ia jalani tapi ia juga menjadi kontributor salah satu surat kabar ternama.
orangtuanya yang berkecukupan tetap mendukung apa saja yang ingin ia lakukan. sejumlah prestasi ia raih didunia kampus ataupunn kompetisi akademis lainnya.
"Diana." kata Bebep kepada Aditya
"Maksud lo, Diana?" tanya Aditya "hehe, akhirnya temen gue normal juga"
"MAKSUDDD LOOOOO?!!!"
"ya, akhirnya lo suka juga sama Diana yang cantik itu."
"dit, gue emang suka sama dia dari SMA dulu. tapi gue malu buat bilang ke dia."
"mmm udah lama juga ya, kalo gitu?"
"begitulah"
"kok kuat sih, nah daripada kedahuluan sama orang lain lho, bep"

"Diana, hari ini pulang bareng yuk."

May 08, 2012

Taman Bunga


Setelah sekian lama hari ini adalah hari yang ia tunggu. Sudah lima tahun ia terpisah dengan kekasih hatinya. Selama ini mereka terpisah Karena sang pujaan harus menyelesaikan studinya di kota. Lima tahun lalu perpisahan itu tak terelakkan bagi mereka. Kesedihan yang mendalam dan perpisahan yang sangat mengharukan.
Sabtu pagi lima tahun silam, gadis dengan rambut panjang hitam sebahu duduk termangu dibangku di taman, persis dimana ia duduki sekarang. Air mata dipipinya menetes jernih dan raut wajahnya memerah bak mawar yang bermekaran dimusim semi. Gadis itu terisak tanpa suara, pemuda disebelahnya tak tahu apa yang harus dilakukannya ia hanya diam dan memandang dengan sangat iba dan gurat rasa bersalah tampak pada wajahnya yang tampan.
Kau pergilah, aku akan menunggumu disini.” Kata Anita “Raih cita-citamu disana, Man” lanjutnya sambil mengusap airmatanya yang meleleh dipipinya.
Tak sedikitpun, pemuda yang ia cintainya itu membuka mulut untuk menanggapi. Ia hanya diam, ia mengumpat dalam hatinya, andai keadaan bisa diubah semua menjadi mudah. Jarak tidak akan memisahkan, ia hanya ingin mengabdi kepada negerinya.

April 17, 2012

Perjalanan Mas Bebep

"Mas Bebep. Terima kasih ya untung bukunya dibawa, kalo nggak, nggak tau lagi nih aku bakal bisa dapet referensi makalahk darimana." Kata Dina adik manis yang selalu manja Bebep.
"Iya, lain kali kamu jangan mendadak ya mintanya. Tadi aja Mas, jadi nggak enak sama yang punya buku itu. orangnya mau pergi jadi nungguin 

April 16, 2012

Preview...

Perjalanan Mas Bebep (Coming Soon)

Bebi Anggoro. Muda, mahasiswa berprestasi di sebuah Universitas negeri kebanggaan Indonesia, kini harus memulai apa yang telah ia mulai. Seorang gadis dari masa lalunya yang tiba-tiba hadir, yang kemudian memikat hatinya. Sejak kecil Ibunya yang mendidiknya sebagai anak kesayangan karena ia adalah anak laki-laki satu-satunya. Perhatiannya terhadap didikkan ibunya, masih tertanam didalam benaknya. Kini setelah apa yang ia inginkan tercapai, apa pengaruh semua didikkan ibunya itu? dan siapakah gadis dari cerita masalalunya?

April 11, 2012

Taman Bunga


Setelah sekian lama hari ini adalah hari yang ia tunggu. Sudah lima tahun ia terpisah dengan kekasih hatinya. Selama ini mereka terpisah Karena sang pujaan harus menyelesaikan studinya di kota. Lima tahun lalu perpisahan itu tak terelakkan bagi mereka. Kesedihan yang mendalam dan perpisahan yang sangat mengharukan.
Sabtu pagi lima tahun silam, gadis dengan rambut panjang hitam sebahu duduk termangu dibangku di taman, persis dimana ia duduki sekarang. Air mata dipipinya menetes jernih dan raut wajahnya memerah bak mawar yang bermekaran dimusim semi. Gadis itu terisak tanpa suara, pemuda disebelahnya tak tahu apa yang harus dilakukannya ia hanya diam dan memandang dengan sangat iba dan gurat rasa bersalah tampak pada wajahnya yang tampan.
Kau pergilah, aku akan menunggumu disini.” Kata Anita “Raih cita-citamu disana, Man” lanjutnya sambil mengusap airmatanya yang meleleh dipipinya.
Tak sedikitpun, pemuda yang ia cintainya itu membuka mulut untuk menanggapi. Ia hanya diam, ia mengumpat dalam hatinya, andai keadaan bisa diubah semua menjadi mudah. Jarak tidak akan memisahkan, ia hanya ingin mengabdi kepada negerinya.

March 23, 2012

Unpredictable Initial


http://www.terminaldesign.com/lettering/logotypes/ar/
             Kemarin gue telat datang kekampus, alasannya gak bisa begitu aja diterima oleh siapapun termasuk gue. Hari sebelumnya gue capek banget maka terjadilah ketelatan ini. Hari itu merupakan hari kedua gu disemester kedua disebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta. Semester kemarin gue gak pernah ada kelas siang hari sebanyak semester ini. Ada tiga hari dalam seminggu dimana gue harus masuk siang selain itu tiap hari gue masuk siang cuma ada satu mata kuliah. Oooh..
Setiap berangkat ke kampus gue selalu menggunakan jasa transportasi kebanggaan kota Jakarta yaitu Bus Transjakarta. Dari rumah gue berangkat jam dua siang karena perkuliahan akan dimulai jam tiga lewat lima belas sore menurut gue waktu itu cukup untuk perjalan dari harmoni ke salemba. Tetapi, apa yang kita rencanankan kadang tidak sama dengan kenyataan. Setelah lama mengantre akhirnya tak kunjung datang bus yang sangat didambakan kedatangannya itu untuk mengangkut para penumpang yang sudah bermandikan keringat di

March 01, 2012

Pagi yang Tiada Pernah Akan Kulupakan

Pagi ini disambut oleh rintik hujan, yang tidak pernah disangka akan turun lagi. Semoga tidak lama karena hari ini adalah hari yang sangat penting bagiku. Ya, sangat penting bagiku dan juga baginya bahkan bagi seluruh keluarga. hatiku bergetar, Ya Tuhan... inilah waktu yang sangat kutunggu; hari yang hanya akan aku laksanakan sekali dalam seumur hidupku.
Pagi-pagi sekali, aku telah menyapa ibu untuk berpamitan kesekolah. wanita yang sudah tidak muda lagi. Aku raih tangannya dan sangat terasa urat-urat seorang pekerja keras. Aku sangat menyayanginya, dan sangat ku cintai. Setiap aku akan berangkat sekolah ibu selalu berpesan bahwa aku harus belajar yang benar supaya aku menjadi seorang yang alim.
Kini dihadapanku, wanita paruh baya yang dulu kini semakin menua dan semakin hari aku semakin ingin selalu berada didekatnya. Ibuku begitu anggun dengan baju kurung berwarna merah maroon dan kerudung putihnya yang tersampir. Disebelahnya adalah seorang bidadariku, Alia, ia tampak sangat cantik. Ibuku sangat bahagia melihatku akan menyunting gadis itu.
"Ibu bahagia, semoga pernikahan kalian diberkahi oleh Tuhan." kata ibuku
"Terima kasih, bu. Mohon doanya." kata Alia

February 04, 2012

spring



Musim semi baru kembali setelah musim dingin yang terasa amat sangat dingin sampai seluruh tulangku melinu. Aku senang akan kehadirannya. Hidup baru dimusim yang baru akan kuuntai sedalam kalimat syahadat yang telah kuucapkan berbulan yang lalu. Keluargaku kini sudah menerimaku sebagai seorang muslim. Setiap kali yang kurasakan bukan lagi hal yang semu, aku tahu Allah selalu ada disetiap waktuku. Beribu jalan aku pernah tempuh, aku katakan sangat berat untuk meyusurinya dan aku telah mengetahui dan terbukalah jalan itu.
                “Mom, maaf aku baru bisa kembali hari ini” kataku kepada wanita paruh baya berambut pirang dihadapanku. Ia adalah ibuku, Marianne Walter, aku sangat menyayanginya meskipun kami telah berbeda iman aku tetap menyayanginya dan ia yang utama setelah Allah dan RasulNya.
“Ya, tidak apa. Kau pasti sangat sibuk dengan kuliahmu, ya kan?” tanyanya begitu sangat lembut suaranya.
Saat perubahan hidupku, ibukulah yang paling menentangku. Ia dan keluargaku sangat menentang karena mereka memandang image Islam sangat buruk. Dinegara kami, Islam sangat ditakuti dan identik dengan kekerasan tapi, tidak bagiku sejak kejadian yang menimpaku malam itu.
“Muhammad?” panggilnya terhadapku, ucapannya masih belum fasih melafalkan nama

November 11, 2011

Cinta yang Tersembunyi dan Cinta yang Hilang


Ini kupersembahkan untuk kau, seandainya dahulu aku ungkapkan apa yang kurasakan terhadapmu mungkin ini tak akan pernah terjadi. Namun, kuharapkan ini tak akan terjadi pada kita. Semoga kita selalu tepat waktu.
Alia
Kau tidak pernah melakukannya, tapi aku sangat inginkan kau. Seandainya kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu. Dulu ketika teman-temanku meniggalkanku, kau hadir tanpa kuminta. Sangat ingin ku katakan saat itu bahwa aku cintaimu. Tetapi aku adalah perempuan yang masih kecil untuk mencintaimu, kau memang menganggapku adikmu. Aku berbela sungkawa atas meninggalnya ibumu, kau terlihat begitu tegar, semakin aku mencintaimu. Hingga akhinnya kau pun pergi dan parahnya, kau yang begitu dekat denganku, aku menjadi orang terakhir yang mengetahui hal ini dan tidak langsung dari mulutmu. Apa kau tidak memperdulikan aku? Ataukah aku tidak bisa mengerti keadaanmu. Dan ketika kutanyakan itu kepadamu, kau tak pernah menjawabnya dengan serius dan itu telah cukup memberikan jawaban atas pertanyaanku. Sekarang kau jauh diseberang sana menjauh dari kehidupan masa lalu yang begitu indah.