April 21, 2009

Pria Jepang Izin Menikahi Tokoh Komik

Pria Jepang Izin Menikahi Tokoh Komik
KOMPAS Jumat, 31 Oktober 2008 13:23 WIB
TOKYO, JUMAT —
Seorang pria Jepang telah memperoleh dukungan ratusan orang dalam kampanye bagi legalisasi perkawinan antara manusia dan tokoh-tokoh kartun dengan menyatakan dirinya merasa lebih tenteram berada di "dunia dua dimensi".
Buku-buku komik sangat populer di Jepang, dengan beberapa tokoh fiksi menjadi pesohor atau bahkan simbol seks. Sebaliknya, angka perkawinan semakin menurun karena banyak orang muda Jepang mengalami kesulitan menemukan pasangan hidup.
Taki Takaashita meluncurkan petisi online yang bertujuan menghimpuan sejuta tanda tangan untuk diajukan kepada pemerintah agar membuat undang-undang tentang pernikahan dengan tokoh-tokoh kartun. Dalam sepekan dia telah berhasil mengumpulkan lebih dari 1.000 tanda tangan melalui internet."Saya tidak lagi tertarik pada tiga dimensi. Saya bahkan akan menjadi penduduk dunia dua dimensi," tulisnya, seperti dilansir AFP, Jumat (31/10). "Namun, itu tampaknya tak mungkin terwujud dengan teknologi saat ini. Karena itu, paling tidak, apakah suatu hal yang mungkin melegalisasi perkawinan dengan tokoh dua dimensi?"Untuk menyelaraskan keinginannya menjadi dua dimensi, ia tidak memberikan rincian lengkap identitas dirinya sehingga orang tak mungkin menghubunginya untuk memberikan penjelasan jika kampanyenya serius atau hanya di bibir saja.
Namun, beberapa orang yang menandatangani petisi itu merupakan pengikutnya yang setia. "Sejak lama saya hanya bisa jatuh cinta kepada orang dua dimensi dan saat ini saya telah memiliki seorang yang betul-betul saya cintai," tulis salah seorang dari mereka. "Bahkan, sekalipun dia fiksional, dia masih bisa mencintai seseorang. Saya ingin mendapatkan persetujuan resmi bagi sistem ini dengan cara apa pun," tulis orang itu.

what do you think about that man?

0 komentar:

Post a Comment

Inggris Dituding Bunuh Situs Pertemanan

London- Kebebasan penikmat situs jejaring nasional semacam Facebook di Inggris bakal tereduksi. Itu terjadi setelah pemeintah setempat berencana memantau seluruh aktifitas dan mendapatkan data siapapun yang menggunakan situs jejaringpertemanan itu. Data mereka akan disimpan dalam DATABASE yang disebut "big brother".
Terdapt tiga situs yang berada pada daftar teratas, yaitu MySpace,Bebo dan Facebook. Pemantauan itu merupakan bagian dari rencana besar untuk merekam semua jejak komunikasi mereka yang tinggal di Negeri Lady Diana tersebut.Baik yang berupa telepon, e-mail,maupun kunjungan kesitus internet.
Alasan yang dikemukakan Kementrian Dalam Negeri Inggris, pemilik ide pemantauan itu, adalah demi keamanan nasional.
Mereka mengkhawatirkan jika BOOMING jejaring sosial bakal dimanfaatkan oleh teroris atau geng penjahat. Pemerintah bahkan sudah mengajukan proposal keamanan tersebut ke Uni Eropa sejak aksi pengeboman di London pada 7 Juli 2005. Namun, hingga sekarang Uni Eropa belum menanggapi. "Banyak lubang keamanan yang kami temukan di berbagai situs pertemanan. Karena itu, kami berusaha agar lubang tersebut tak dimanfaatkan pihak- pihak tertentu" kata Menteri Dalam Negeri Inggris, Vernon Coaker.
Saat ini, hampir separo populasi Inggris, terdaftar diberbagai jejaring sosial. Facebook misal,memiliki 17juta anggota asal Inggris. Sementara Bebo, situs yang hanya beranggotakan 10juta pengguna remaja dan dewasa. Jumlah yang sama juga didapati pada MySpace.
Tak pelak rencana pemerintah Inggris itu mendapat protes keras dari banyak pihak. Chris Kelly, kepala pengamanan dat Facebook,mengatakan kalau pihaknya berencana untuk melobi Kementrian Dalam Negeri Inggris."Sebab, rencana pemantauan itu seperti upaya pembunuhan kepada situs pertemanan."

taken from jawa pos