May 11, 2009

Laba - laba terbang. . .

SYDNEY- Sebagian kekayaan fauna yang tersembunyi di belantara Papua Nugini dikuak oleh ilmuwan, ada yang lebih dari 50 species baru. Diantaranya, katak hijau terang bermata hitam lebar, laba -laba terbang dan tokek kulit bergaris.
Temuan tersebut diumumkan oleh konservasi internasional, lembaga penelitian yang berbasis di Washington DC. Selama tujuh bbulan terakhir, para peneliti menganalisis lebih dari 600 species binatang yang ditemukan dalam ekspedisi di negara pulau Pasifik Selatan itu pada Juli- Agustus tahun lalu.
Diantara sejumlah binatang yang ditemukan itu, terdapat 50 species laba - laba, 3 katak dan 1 tokek yang diyakini belum pernah dicatat dalam literatur ilmu pengetahuan. Salah satu species katak beru berbadan kecil, berwarna cokelat dan bersuara melengking. Juga ditemukan seekor katak pohon hijau bermata lebar seperti serangga dan katak bersuara nyaring.
Dari jenis laba - laba terbang, ditemukan yang berwarna hijau muda. Lainnya laba- laba berbulu lembut dan cokelat.


Takes from jawa pos

1 komentar:

  1. waow laba2 berbulu lembut hehehheheh,,,,,,,,jangan berpikiran negatif dlo,,,lebih rinci donk penjelasannya,,,gimana seh ^0^

    ReplyDelete

Inggris Dituding Bunuh Situs Pertemanan

London- Kebebasan penikmat situs jejaring nasional semacam Facebook di Inggris bakal tereduksi. Itu terjadi setelah pemeintah setempat berencana memantau seluruh aktifitas dan mendapatkan data siapapun yang menggunakan situs jejaringpertemanan itu. Data mereka akan disimpan dalam DATABASE yang disebut "big brother".
Terdapt tiga situs yang berada pada daftar teratas, yaitu MySpace,Bebo dan Facebook. Pemantauan itu merupakan bagian dari rencana besar untuk merekam semua jejak komunikasi mereka yang tinggal di Negeri Lady Diana tersebut.Baik yang berupa telepon, e-mail,maupun kunjungan kesitus internet.
Alasan yang dikemukakan Kementrian Dalam Negeri Inggris, pemilik ide pemantauan itu, adalah demi keamanan nasional.
Mereka mengkhawatirkan jika BOOMING jejaring sosial bakal dimanfaatkan oleh teroris atau geng penjahat. Pemerintah bahkan sudah mengajukan proposal keamanan tersebut ke Uni Eropa sejak aksi pengeboman di London pada 7 Juli 2005. Namun, hingga sekarang Uni Eropa belum menanggapi. "Banyak lubang keamanan yang kami temukan di berbagai situs pertemanan. Karena itu, kami berusaha agar lubang tersebut tak dimanfaatkan pihak- pihak tertentu" kata Menteri Dalam Negeri Inggris, Vernon Coaker.
Saat ini, hampir separo populasi Inggris, terdaftar diberbagai jejaring sosial. Facebook misal,memiliki 17juta anggota asal Inggris. Sementara Bebo, situs yang hanya beranggotakan 10juta pengguna remaja dan dewasa. Jumlah yang sama juga didapati pada MySpace.
Tak pelak rencana pemerintah Inggris itu mendapat protes keras dari banyak pihak. Chris Kelly, kepala pengamanan dat Facebook,mengatakan kalau pihaknya berencana untuk melobi Kementrian Dalam Negeri Inggris."Sebab, rencana pemantauan itu seperti upaya pembunuhan kepada situs pertemanan."

taken from jawa pos