May 08, 2012

Taman Bunga


Setelah sekian lama hari ini adalah hari yang ia tunggu. Sudah lima tahun ia terpisah dengan kekasih hatinya. Selama ini mereka terpisah Karena sang pujaan harus menyelesaikan studinya di kota. Lima tahun lalu perpisahan itu tak terelakkan bagi mereka. Kesedihan yang mendalam dan perpisahan yang sangat mengharukan.
Sabtu pagi lima tahun silam, gadis dengan rambut panjang hitam sebahu duduk termangu dibangku di taman, persis dimana ia duduki sekarang. Air mata dipipinya menetes jernih dan raut wajahnya memerah bak mawar yang bermekaran dimusim semi. Gadis itu terisak tanpa suara, pemuda disebelahnya tak tahu apa yang harus dilakukannya ia hanya diam dan memandang dengan sangat iba dan gurat rasa bersalah tampak pada wajahnya yang tampan.
Kau pergilah, aku akan menunggumu disini.” Kata Anita “Raih cita-citamu disana, Man” lanjutnya sambil mengusap airmatanya yang meleleh dipipinya.
Tak sedikitpun, pemuda yang ia cintainya itu membuka mulut untuk menanggapi. Ia hanya diam, ia mengumpat dalam hatinya, andai keadaan bisa diubah semua menjadi mudah. Jarak tidak akan memisahkan, ia hanya ingin mengabdi kepada negerinya.

Kembali aku Rindu kamu


Aku
Tak henti-hentinya setiap nafas yang kuhembuskan
Namamu, selalu saja kukeluarkan bersama nafas yang sesak ini
Lalu berevaporasi didalam ruang ini
Kau
Tak henti-hentinya menjadikan diriku semakin menginginkanmu
Bukan salahmu memang.
Tuhan memiliki rencana
Aku tak tahu apa itu, namun yang kutahu pasti
Dia merencanakan untuk makhluknya

April 24, 2012

Pagi itu terlalu Dingin

Pagi itu terlalu dingin
Matahari belum menampakkan sinarnya sedikitpun
Pagi ini aku terjaga, belum saja aku melelapkan diri
Kejadian semalam belum bisa terlupakan
Dia mungkin telah lelap  dengan tenang disebelahku
"Maafkan aku"

April 19, 2012

My plan, electricpen


Bayangan Penantian

Seperti kalangan priyayi yang selalu ditunggu
laksana benderang pagi yang selalu ditunggu oleh kicauan burung
laksana gadis yang menunggu bujangnya yang merantau jauh dinegeri seberang
mereka dalam penantian panjang yang tak tahu nasib
dan tak pernah tahu apakah mereka akan kembali

Serpihan rindu dan penat telah bersenyawa
kembali membangkitkan seluruh angan
kembali angan-angan berbicara dan bergelayut dipelupuk mata
aku ingin mataku tertutup dari angan-angan yang tak mungkin lagi kugapai
yaitu, dirimu