April 16, 2012

Semangat Bagi Pejuang Ilmu

Kepada seluruh penuntut ilmu diseluruh penjuru Indonesia,
Pada akhirnya yang kita nanti datang juga, semangat dikobarkan. Segenap doa telah dipanjatkan bersama, segala usaha dan jurus akan ditentukan hari ini dan kalian-para pejuang ilmu senantiasa salawat para malaikat akan bergema untuk kalian.
Semoga apa yang telah kalian usahakan akan menjadi hasil yang terbaik dan kelak berjuanglah dengan ilmu yang telah kalian dapat.

Preview...

Perjalanan Mas Bebep (Coming Soon)

Bebi Anggoro. Muda, mahasiswa berprestasi di sebuah Universitas negeri kebanggaan Indonesia, kini harus memulai apa yang telah ia mulai. Seorang gadis dari masa lalunya yang tiba-tiba hadir, yang kemudian memikat hatinya. Sejak kecil Ibunya yang mendidiknya sebagai anak kesayangan karena ia adalah anak laki-laki satu-satunya. Perhatiannya terhadap didikkan ibunya, masih tertanam didalam benaknya. Kini setelah apa yang ia inginkan tercapai, apa pengaruh semua didikkan ibunya itu? dan siapakah gadis dari cerita masalalunya?

April 11, 2012

Taman Bunga


Setelah sekian lama hari ini adalah hari yang ia tunggu. Sudah lima tahun ia terpisah dengan kekasih hatinya. Selama ini mereka terpisah Karena sang pujaan harus menyelesaikan studinya di kota. Lima tahun lalu perpisahan itu tak terelakkan bagi mereka. Kesedihan yang mendalam dan perpisahan yang sangat mengharukan.
Sabtu pagi lima tahun silam, gadis dengan rambut panjang hitam sebahu duduk termangu dibangku di taman, persis dimana ia duduki sekarang. Air mata dipipinya menetes jernih dan raut wajahnya memerah bak mawar yang bermekaran dimusim semi. Gadis itu terisak tanpa suara, pemuda disebelahnya tak tahu apa yang harus dilakukannya ia hanya diam dan memandang dengan sangat iba dan gurat rasa bersalah tampak pada wajahnya yang tampan.
Kau pergilah, aku akan menunggumu disini.” Kata Anita “Raih cita-citamu disana, Man” lanjutnya sambil mengusap airmatanya yang meleleh dipipinya.
Tak sedikitpun, pemuda yang ia cintainya itu membuka mulut untuk menanggapi. Ia hanya diam, ia mengumpat dalam hatinya, andai keadaan bisa diubah semua menjadi mudah. Jarak tidak akan memisahkan, ia hanya ingin mengabdi kepada negerinya.

March 24, 2012

Life is Choice

Hidup itu pilihan betulkah?
apasih yang kita inginkan didalam hidup ini? banyak, jawabannya.
mulai dari sukses pendidikan ingin sekolah atau kuliah sampai diluar negeri, setelah itu lulus dengan hasil yang memuaskan, bekerja diperusahaan atau berwirausaha berkeluarga dan lain sebagainya.
bagaimana caranya supaya yang kita ingini dapat tercapai?
semua itu tergantung pada seberapa besar dan seberapa serius usaha kita. suatu ketika kita merasa letih dan enggan untuk melakukan apapun, ada yang salah pada diri kita. penyakit malas nama penyakitnya. kalau tidak dibasmi segera lama-lama akan menumpuk dan pilihan kita untuk sukses akan sulit untuk tercapai. pernahkah terpikir oleh kita bahwa hidup ini indah jika mampu melihatnya dari sisi yang positif. keadaan apapun kita. seandainya kita sedang sakit itu tandanya kita harus beristirahat dan Tuhan sedang mengampuni dosa kita. jika kita sedang gagal ataupun yang kita inginkan belum tercapai maka itu pula ujian dimana kita  harus tetap bersabar karena Tuhan sedang mempersiapkan waktu yang tepat serta kejutan  yang tidak terduga.

March 23, 2012

Unpredictable Initial


http://www.terminaldesign.com/lettering/logotypes/ar/
             Kemarin gue telat datang kekampus, alasannya gak bisa begitu aja diterima oleh siapapun termasuk gue. Hari sebelumnya gue capek banget maka terjadilah ketelatan ini. Hari itu merupakan hari kedua gu disemester kedua disebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta. Semester kemarin gue gak pernah ada kelas siang hari sebanyak semester ini. Ada tiga hari dalam seminggu dimana gue harus masuk siang selain itu tiap hari gue masuk siang cuma ada satu mata kuliah. Oooh..
Setiap berangkat ke kampus gue selalu menggunakan jasa transportasi kebanggaan kota Jakarta yaitu Bus Transjakarta. Dari rumah gue berangkat jam dua siang karena perkuliahan akan dimulai jam tiga lewat lima belas sore menurut gue waktu itu cukup untuk perjalan dari harmoni ke salemba. Tetapi, apa yang kita rencanankan kadang tidak sama dengan kenyataan. Setelah lama mengantre akhirnya tak kunjung datang bus yang sangat didambakan kedatangannya itu untuk mengangkut para penumpang yang sudah bermandikan keringat di