March 21, 2012

Jatuh Juga

Laptop terinfeksi virus, capekkk. install ulang udah, tapi karena ada beberapa software yang hilang jadilah
tugas-tugas kuliah yang berkaitan dengan aplikas tersebut terbengkalai. aduuhh. gimana nich, semoga bisa cepat runtas masalah ini. doain ya...
perlu  banget tuh aplikasinya:
Photoshop, Microsoft Office, Corel Draw, dan aplikasi tambahan lainnya yang mendukung keperluan entertainment.


March 01, 2012

sing this song

Set Fire To The Rain lyricsSongwriters: Fraser Lance Thorneycroft-smith;Adele Laurie Blue Adkins

I let it fall, my heart
And as it fell, you rose to claim it
It was dark and I was over
Until you kissed my lips and you saved me

My hands, they're strong
But my knees were far too weak
To stand in your arms
Without falling to your feet

Pagi yang Tiada Pernah Akan Kulupakan

Pagi ini disambut oleh rintik hujan, yang tidak pernah disangka akan turun lagi. Semoga tidak lama karena hari ini adalah hari yang sangat penting bagiku. Ya, sangat penting bagiku dan juga baginya bahkan bagi seluruh keluarga. hatiku bergetar, Ya Tuhan... inilah waktu yang sangat kutunggu; hari yang hanya akan aku laksanakan sekali dalam seumur hidupku.
Pagi-pagi sekali, aku telah menyapa ibu untuk berpamitan kesekolah. wanita yang sudah tidak muda lagi. Aku raih tangannya dan sangat terasa urat-urat seorang pekerja keras. Aku sangat menyayanginya, dan sangat ku cintai. Setiap aku akan berangkat sekolah ibu selalu berpesan bahwa aku harus belajar yang benar supaya aku menjadi seorang yang alim.
Kini dihadapanku, wanita paruh baya yang dulu kini semakin menua dan semakin hari aku semakin ingin selalu berada didekatnya. Ibuku begitu anggun dengan baju kurung berwarna merah maroon dan kerudung putihnya yang tersampir. Disebelahnya adalah seorang bidadariku, Alia, ia tampak sangat cantik. Ibuku sangat bahagia melihatku akan menyunting gadis itu.
"Ibu bahagia, semoga pernikahan kalian diberkahi oleh Tuhan." kata ibuku
"Terima kasih, bu. Mohon doanya." kata Alia

February 10, 2012

Lirih Dari Dalam Nurani

Seribu kali aku meminta ampun
Namun, lebih dari itu menghancurkan pertaubatan
Aku benar-benar gila

Seiring waktu berjalan
Dunia ikut berubah
Karena penghuninya
Keegoisan melanda
Keangkuhan meraja dan menghujam kelemahan manusia
Sehingga semakin  lama manusia terlihat membatu hatinya
Atau bahkan hatinya telah musnah
Bagai batu yang tiada berguna
Tiada guna untuk dijadikan pondasi
Hanya bergeming menunggu dimakan waktu

February 04, 2012

spring



Musim semi baru kembali setelah musim dingin yang terasa amat sangat dingin sampai seluruh tulangku melinu. Aku senang akan kehadirannya. Hidup baru dimusim yang baru akan kuuntai sedalam kalimat syahadat yang telah kuucapkan berbulan yang lalu. Keluargaku kini sudah menerimaku sebagai seorang muslim. Setiap kali yang kurasakan bukan lagi hal yang semu, aku tahu Allah selalu ada disetiap waktuku. Beribu jalan aku pernah tempuh, aku katakan sangat berat untuk meyusurinya dan aku telah mengetahui dan terbukalah jalan itu.
                “Mom, maaf aku baru bisa kembali hari ini” kataku kepada wanita paruh baya berambut pirang dihadapanku. Ia adalah ibuku, Marianne Walter, aku sangat menyayanginya meskipun kami telah berbeda iman aku tetap menyayanginya dan ia yang utama setelah Allah dan RasulNya.
“Ya, tidak apa. Kau pasti sangat sibuk dengan kuliahmu, ya kan?” tanyanya begitu sangat lembut suaranya.
Saat perubahan hidupku, ibukulah yang paling menentangku. Ia dan keluargaku sangat menentang karena mereka memandang image Islam sangat buruk. Dinegara kami, Islam sangat ditakuti dan identik dengan kekerasan tapi, tidak bagiku sejak kejadian yang menimpaku malam itu.
“Muhammad?” panggilnya terhadapku, ucapannya masih belum fasih melafalkan nama